Diriku & semestaku

Dipublikasikan oleh ayu fitrian pada

              Diriku dan semestaku

Hari hariku begitu rumit untuk dipahami, entah kemana warna yang pernah aku tanam. semakin tidak berarah semakin tidak baik baik saja, Semestaku sedang berantakan kawan 🙁

kamu akan menambahnya lebi rumit ? Apakah kamu akan menonton dan menyaksikan persaingan diriku dan semestaku ? Atau kah ! Kamu lebih merasa senang dengan keadaan ku ?

Begitu banyak pertanyaan didalam pikiranku, sehinga diriku Mencekik keras nafas dengan kecutnya garisan takdir, Membunuh segala rasa hingga hanya tersisa getiran luka.

Dulu ketika jatuh tersungkur, Semestaku merangkul ku bangun menuju syukur, Kini merangkak perih menggusur kaki yang tak lagi mampu untuk berlari, Aku terpukul telak Terperosok jatuh kedalam pedihnya kehancuran .

Tak mampu menolak ,Tak mampu menghindar Mengecawakan! Ya begitulh dia sekarang Entah kemana pelangi yang ia janjikan selepas hujan dulu .

Tak tau kemana dekap hangat senja yang sempat iya suguhkan kemarin, Mungkin lupa Atau aku memang sudah tergantikan dengan rembulan yang lebih terang.

Semestaku. Sedang bermain-main dengan takdirku Bergurau, Merancang sesuatu untuk melemahkanku Entahla, tapi ku kira begitu.

Harapan dan cita-cita dan keinginan kini telah amprok terjatuh dengan tiupan angin yang saangat kecil, tak berarti tingginya pohon itu yang kau tanam.

Sekalinya terjatuh ter ombang ambing oleh ombak dan tiupan angin yang kencang,  siapa yang bisa menghentikannya ? Aku terdiam.

Kenapa kau terdiam ? Ucapku ‘karna yang bisa merubahnya hanyalah dirimu sendiri, kemauanku keinginan ku, harapanku, dan doa ku. Itu yang bisa merubah dengan sendirinya .

Inginku meluapaknnya dengan teriakan yang saangat kecang, kamu terlulu gila kawan untuk apa teriak, Seharusnya kau berdoa kepada sang pengcipta memohon amupna, mempertegas doa-doa mu yang menggema dilangit.

Taukah kamu tinta yang hitam juga lama kelamaan bisa pudar, sama seperti hidup, Orng yang baik juga bisa menjadi jahat , karna keegoisannya atau pun karna harapannya sendiri .

Jadi, jadikanlah kegagalanmu sebagai motivasi dirimu sendiri, jadikanlah air mata yang kau hambur hambur itu sebuah tanda bahawa akan ada berlian yang menggantikan nya.

Karna sejatinya diri itu dicari bukan dicaci dimaki dengan harapan yang musnah, melainkan digali dengan kesungguhan dan kesabran yang dimiliki, karna hanya penghianatan yang akan kita seaali.

Karna Hidup ini berputara seperti roda terkadang kita dimanja terkadang kita dihianati, kenapa dunia ini tak pernah paham juga tentang keingin, cita dan doa semua harapan yang kau putar kau jatuh kan kembali hanya untuk meliaht seberapa kuat hambamu ini.


4 Komentar

Mitanti · 23 Oktober 2020 pada 7:15 pm

Penuh makna, tersirat goresan, dan menjiwai setiap tulisan😇😇Terkadang Luka membekas tanpa alas membuat kita mengerti bahwa hidup takkan selamanya bahagia.. dan pada intinya i like your post😁
Terus berkarya yaa💪😘Meski berawal dari Luka😅

    ayu fitrian · 23 Oktober 2020 pada 7:21 pm

    Maksih🖤

IanAssegaff · 23 Oktober 2020 pada 7:36 pm

Widihh menjiwai!…cuma saran jan terlalu berharap sama org ,..mending pulang, makan ,karna menunggu yg tak pasti itu butuh energi !hehe…..
Truss berkaya,dan semangatt…

    ayu fitrian · 23 Oktober 2020 pada 7:45 pm

    wokehh siap laksanakan 🌸

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *