GURU SEBAGAI UJUNG TOMBAK KEMAJUAN BANGSA

Dipublikasikan oleh Evi Handayani pada

Guru adalah orang yang paling berjasa dalam kemajuan bangsa, karena orang-orang yang akan memikul masa depan bangsa di kemudian hari adalah anak anak, dan tempat pembentukan karakter bagi setiap anak bangsa adalah sekolah.

Namunsekolah hanyalah benda yang tidak bernyawa, hidupnya sekolah karena adanya guru, yang mengemban amanah pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertera dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Guru adalah orang yang mendidik, mengadakan pengajaran, memberi bimbingan, menambahkan pelatihan fisik atau non fisik, memberikan penilaian, dan melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan satu ilmu atau lebih kepada seluruh peserta didik.

Guru Sebagai Tenaga pendidik Profesioanal

Guru adalah tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya sejak usia dini melalui jalur formal pemerintahan berupa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. (Undang Undang No 14 Tahun 2005)

Guru Sebagai Penggerak Kejayaan Bangsa

Kita harus belajar dari sejarah ketika jepang hancur karena bom atom di kota Hirosima dan Nagasaki, yang pertama kali ditanyakan oleh kaisar jepang adalah “berapa jumlah guru yang masih hidup”, padahal secara logika yang seharusnya ditanyakan pertama kali adalah “berapa jumlah dokter yang masih hidup” karena dalam kondisi seperti itu kesehatan dalam keadaan yang kritis, tapi kaisar jepang malah menanyakan guru, itu semua karena kaisar jepang sangat mengerti betapa pentingnya peran guru dalam kemajuan bangsa, sebuah bangsa bisa mencapai kemajuan bila pemuda pemudanya pintar.

Dalamkeadaan jepang yang terpuruk satu-satunya jalan untuk jepang bisa bangkit kembali adalah intelektual rakyatnya, dan itu semua terbukti jepang yang dulu hancur dan terpuruk sekarang bangkit menjadi negara maju dan menjadi raja teknologi.

Bukti lain dari bangsa yang bisa berjaya karena kecerdasan anak bangsanya adalah Indonesia, kita tidak perlu jauh jauh pergi ke luar, di Indonesia bukti itu sudah ada, Indonesia tidak akan bisa merdeka tanpa adanya anak bangsa yang pintar-pintar, lihat bagaimana pintarnya Presiden pertama kita Ir. Soekarna dalam permainan birokrasinya dengan Belanda, dia beberapa kali memenangkan kesepakatan, lihat bagaimana cerdiknya Jendral Soedirman dalam perang geriliyanya, lihat Tan Malaka dalam permainan politiknya melawan belanda, pergi dari satu tempat ke satu tempat lainnya dengan berbagai identitas, sampai dia disebut Bapak Republik Indonesia, walaupun kita tahu sendiri akhir hidup dari Tan Malaka sangatlah tragis.

Danmasih banyak anak bangsa yang pintar lainnya, yang berperan sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.

 

Guru Sebagai Penyalur Ilmu Dari Zaman Ke Zaman

Kita juga bisa melihat ketika zaman kerajaan di Indonesia, semua kerajaan sangat gencar dalam mencerdaskan rakyatnya, seperti dengan adanya karesian, yang berperan untuk mengajarkan cara hidup yang baik dan bijak bagi rakyat di suatu kerajaan, setiap pangeranpun yang akan menjadi raja sangat besar sekali pelatihannya, agar pangeran tersebut bisa menjadi raja yang baik bagi rakyatnya.

Keilmuan-keilmuanharus tetap turun dan terus dikembangkan, itulah sebabnya karesian dibentuk, dan sampai sekarangpun karesian masih ada dan tidak hilang, itulah yang diajarkan oleh leluhur kita, bahwa ilmu harus dijaga dengan cara diturunkan.

Begitupun dengan agama Islam yang menggunakan sistem pesantren, baik salafy maupun modern, itu semua agar menjaga keilmuan agama Islam tidak hilang dan terus berkembang, kita tidak akan pernah mengenal yang namanya Islam jika guru-guru kita terdahulu tidak menurunkan keilmuannya dengan cara mendirikan pesantren, tidak akan ada orang yang bisa membaca Al-qur’an jika guru kita tidak mengajarkan Iqra kepada kita, tidak akan ada Ulama bijak sekarang jika ulama terdahulu tidak menurunkan keilmuannya.

Selain menjaga keilmuan agar tetap ada, Islam juga mengajarkan untuk berhati-hati dalam memilih guru, Islam sangat menjaga kualitas sebuah guru, karena sebelum keilmuan itu diturunkan terlebih dahulu harus diseleksi apakah ilmu yang diturunkan itu benar, karena kualitas ilmu tergantung dari kualitas seseorang yang akan menurunkan ilmunya. Itu semua demi terjaganya ilmu yang benar dan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu islam sangatkan menekankan sanad keilmuan, sebuah ilmu tidak boleh diterima jika sumbernya tidak jelas dan orang yang akan menurunkan ilmu tidak boleh dijadikan guru apabila sanad keilmuannya tidak sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Guru Sebagai Media Dan Fasilitas Keilmuan

Kita telah melihat betapa pentingnya sebuah ilmu terus diturunkan, karena dengan intelektual anak bangsa yang matang, maka suatu bangsa akan mencapai kejayaan. Selain keilmuan yang harus tetap diturunkan, kualitas ilmu harus tetap dijaga, dengan cara menjaga kualitas seorang guru, oleh karena itu ada sebuah istilah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” karena guru itu “digugu dan ditiru”.

Runtuhnya suatu bangsa karena anak bangsanya yang bodoh, dan maju suatu bangsa karena anak bangsanya yang pintar, jika Indonesia ingin negara yang maju maka pendidikan harus menjadi prioritas utama, jika juga harus menekankan bahwa pendidikan dengan pembelajaran itu berbeda, indonesia tidaklah kekurangan orang pintar tetapi indonesia kekurangan orang pintar yang jujur, oleh karena itu pendidikan harus dikembangkan agar orang-orang menjadi beradab.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *