Surat Terakhir Untuk Nenek

Dipublikasikan oleh Luluk Tobibah pada

Nenek sangatlah penting dalam hidupku, walaupun nenek jarang ketemunya tapi aku sangat menyayangnya dan nenek lah yang aku punya waktu itu.

Tapi mungkin aku tidak seperti cucunya yang lain, karena aku sangat jauh dengan nenek jadi aku tidak begitu dekat dengannya.

Walaupun begitu aku sangatlah sayang dengan nenek, karena itulah satu-satunya nenek yang kami punya saat itu.

Terakhir Bertemu Nenek

Terakhir ketemu nenek waktu kelas 2 SMK, aku sangatlah menyesal karena aku sering membenci nenek, karena dia sangat cerewet di setiap harinya.

Tetapi walaupun nenek cerewet dan mungkin untuk semua cucunya di anggap radio, yang selalu ngoceh tak berhenti, itulah seorang nenek yang tak mau cucunya salah jalan dalam hidupnya.

Dikala itu nenek jatuh sakit karena terpelset, sampai tidak bisa apa-apa kerena ada yang patah dibagin tubuhnya yang kecil tersebut

Kebiasaan Nenek

Nenek ketika masih sehatnya suka jalan-jalan kerumah anak-anaknya setiap hari tidak berhenti bakan nenek suka pergi sendiri.

Suatu saat nenek pergi sendiri, dengan kagetnya keluarga besarpun, mencarinya kemana-mana tapi tak juga ketemu, dan akhirnya paman pergi ke rumah sudara yang agak jauh dari rumah paman dan disulah nenek ketemunya.

Nenek suka meceritakan masa kecilnya dulu kepada cucunya ketika sedang kumpul semuanya, dan aku lah cucu yang suka diejekin sama saudara-saudara yang lain karen nenek suka lupa jika mempunyai cucu yang jauh tempat tinggalnya.

Ketika Nenek Pergi

Suatu hari nenek sakitnya tampah parah dan tidak bisa lagi untuk di obatin, nenek tiap harinya haya bisa berbaring di tempat tidur.

Disitulah aku menyesal kerena tidak bisa ketemu lagi sama nenek, karena terhalang oleh jarak yang jauh dan waktu yang tidak bisa memungkinkan, penyesalan itu sangat terngiang-ngiang dalam hidup ku saat ini.

Penyesan ini tidak bisa aku lupakan, aku menyesal kerena tidak bisa ketemu untuk terakhir kalinya dan tidak bisa memeluk badannya yang keriput, yang biasanya aku usap ketika aku mengingatkan nenek.

Nenek pergi terasa hampa dalam hidup dan terasa ada yang kurang disetiap waktunya, mungkin aku tidak bisa ketemu untuk terakhir kalinya tapi doa ku yang selalu ada dalam setiap aku shalat.

Untuk nenek, semoga tenang di alam sana dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa nenek yang waktu di dunianya, semoga aku bisa mengikhlaskan kepulangan nenek yang sulit untuk luluk ikhlaskan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *