Syuting profil

Dipublikasikan oleh Ratih Fitria Siti Masrivah pada

ย Syuting profile

 

Rasa syukur tak cukup dengan lisan yang berucap syukur, tapi juga dengan diri yang bertafakur, mensyukuri segala aspek kehidupan dengan memaksimalkan amanah potensi yang di berikan tuk menyongsong prestasi masa depan.

 

Jum’at pagi, ku melihat jam yang melingkar di tanganku menunjukan pukul tujuh pagi tepat. Hm. . . Kang hariri bilang kalau crew akan datang ba’da dzuhur ini, langsung saja aku bergegas untuk mempersiapkan diriku agar ketika tampil aku membawakannya dengan maksimal. Karena ini akan menjadi moment yg bersejarah buat diriku dan menjadi kebanggaan tersendiri karena vidionya akan di upload di akun youtube pesantren.

Langsung saja aku memberitahu ibuku terlebih dahulu untuk meminta Ridho serta do’a-nya melalui via chat WhatsApp. Bissmillah. . .

“Assalamu’alaikum, mah.. Kumaha damang?? InsyaAllah Tteh ba’da dzuhur ini mau di syutt, nanti siang crew akan datang ke asrama teteh Minta doa nya mah supaya tteh dapat menyampaikan pidato nya dengan maksimal” tak lama 1 menit kemudian beliau membalasnya.

“Wa’alaikumussalam sayang, Hamdulillah kabar mamah baik my dear๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ tteh gimna atu kabarna? MaasyaAllah tabarokaAllah tteh mamah ku bingah ngadanguna nak, nya pasti mamah kan selalu do’akan tteh Semoga tteh menjadi anak yang shalehah, segala apa yang tteh cita-citakan kan terwujud dan semoga ini sebagai awal emas bagi tteh untuk mensyi’arkan sedikit ilmu yang tteh miliki, tetap rendah hati sayang jangan pernah sombong. Sabar na. . . sing kuat, sing tawakal, Maafin mamah dunia akhirat. Berdo’a dan berusahalah janji Allah itu pasti!!! ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ Allah good bless you always.. ๐Ÿ™ good luck”๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜˜

“Tteh seneng dengar-nya mah, Alhamdulillah tteh juga baik. Hhhe iya mah siap86 ibu negara๐Ÿ˜Š aamiin allahumma aamiin istajib du’ana ya rabb, ummm nya mahh”ย  tanpa balasan yg panjang yassalam ntah kenapa setiap aku membaca chat dari ibuku hatiku menjerit ingin sekali memeluknya erat dan mengatakan bahwa aku sangat merindukan-nya.

“iya sayang mamah juga seneng dengar kabar tteh baik-baik aja. Yaudah mamah titip jangan lupa nanti pas mau tampil hadiahkan Alfatihah terlebih dahulu kepada Abah,amih dan keluarga kita yang suda meninggal. Khususkan pada mereka dan tteh jan lupa baca surah al-insyiroh 3x, al-ashri 3x, dan ayat kursi 3x serta perbanyak sholawat nariyah ya sayang. Kamu pasti bisa mamah yakin, Bismillah na..

“iya mah.. Siap, hatur nuhun, Assalamu’alaikum” (aku balas dengan simple)

“iya sayang wa’alaikumussalam” (ucap ibuku)

Tes. . . Air mataku dengan sendirinya terjatuh, ah Entah mungkin terlalu menahan rindu berat pada ibuku ini. Ya rabb, lindungilah ibuku dimanapun ia berada karena aku sangat mencintainya, dan sampaikanlah salam sayangku kepada ayahanda dan adek-adekku tercinta. (Aamiin)

Entah kenapa dzuhur kali ini terasa begitu lama, beda dengan kemarin-kemarin, hm. . . Mungkin karena aku menunggu mereka. Tak lupa aku juga mengabarkan kepada kakak kandung ku sendiri kalau hari ini aku akan di syut oleh campers (camera person) dari crew el-azzam, kakaku sempat kaget dan tidak percaya, tapi aku langsung menceritakan kronologinya kenapa para crew akan datang dan meliput diriku.

Jam di tanganku menunjukan jam satu lebih dua puluh menit, tapi entah kenapa para crew belum juga mengabari kedatangan mereka, akhirnya aku mulai gelisah dan mencoba untuk menghubungi mereka, dan ternyata mereka masih di tempat kalijaga mereka belum selesai karena sebagian nya lagi sedang pengabdian.

Jam dua lebih sepuluh menit crew datang ke asramaku Kobong Fatimah, Alhamdulillah akhirnya mereka datang juga dan syuting pun di mulai, jujur aku sangat grogi tapi cepat-cepat aku hilangkan grogi itu, yah aku harus bisa natural di depan kamera, seakan-akan sudah terbiasa. Sebelum tampil aku di tawari minum air Aqua supaya tidak serak suara.

Syuting pun di mulai dari pengambilan gambar yang bagus dimana dan mengancang bagaimana caranya supaya ketika aku berpidato suaranya tidak pecah dan terganggu oleh gemuruhnya angin di sawah.

Mereka men-shoot diriku oleh dua kamera yang satu camera person dan satunya lagi kamera headphone. tema pidato yang kemarin aku bawakan berjudul “Akhlakul karimah” kenapa karena melihat anak zaman sekarang ini miris yang jauh beda dari zaman sebelumnya. Apalagi masalah akhlak, karena “Sesungguhnya kejayaan suatu bangsa tergantung akhlak atau moralnya, manakala akhlak mereka rusak maka hancurlah bangsa itu

Selain itu aku di wawancara tentang bagaimana keseharianku, motivasi mengikuti Da’i muda, teman-temanku, background pendidikan dan lain sebagainya. Dengan penuh semangat aku menjawabnya dan akhirnya syuting-pun selesai.

“Ok ratih, terimakasih banyak yah atas kerjasamanya, mudah-mudahan ratih selalu sukses dan sekarang tinggal banyak do’a mudah-mudahan allah SWT memberikan yang terbaik kepada ratih untuk kedepannya” ucap salah satu crew dengan ramah.

“iya kang, terimakasih juga yah, nanti kalau ada apa-apa atau yang kurang dalam vidionya kabarin aja” jawabku sambil tersenyum.

Merekapun pamit untuk langsung berangkat ke Asramanya. Karena mereka akan langsung pengeditan vidio dan di upload di akun youtube Ponpes El-azzam tepat pada Hari Santri Nasional,

Hufthh. . . Selesai sudah, akhirnya ketenangan kini benar-benar berada di pihakQ.

Bismillah ya Allah, apapun yang terjadi itu semua adalah skenario yang terbaik, hamba suda berusaha semampu hamba dan sekarang tinggal menunggu keputusan yang terbaik buat kedepannya.

Bersambung. . .


2 Komentar

Neng tia · 24 Oktober 2020 pada 5:01 pm

Subhanallah de, alhamdulilah mudahan lancar semua nya apa yg kamu cita2kan bisa terwujud , doa ku menyertai mu dengan๐Ÿ˜˜ semangat jangan pantang menyerah

Noname · 24 Oktober 2020 pada 8:46 pm

Diantos kelanjutan cerita na ๐Ÿ™๐Ÿ˜

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *